JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi sorotan *Dugaan Arsen hingga Penolakan Sekolah, Ini Fakta di Balik Sorotan Keamanan MBG*
*Jakarta* – Sejumlah isu kembali menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari dugaan kandungan arsen pada makanan di Blitar, dua pekerja SPPG Tulungagung yang terlibat penyalahgunaan sabu, hingga kabar puluhan sekolah di Lampung menolak program tersebut.
Berbagai informasi itu kemudian berkembang di media sosial dengan narasi yang lebih luas mengenai keamanan pangan dan pengawasan MBG.
Namun, sejumlah fakta menunjukkan setiap kasus perlu dibaca berdasarkan konteks, proses pemeriksaan, dan status verifikasinya masing-masing.
Di Blitar, misalnya, sebanyak 22 siswa SLB dan SMP swasta di Kecamatan Kepanjenkidul mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi MBG pada 17 September 2026.
Para siswa telah mendapatkan penanganan medis dan tidak ada yang menjalani rawat inap. Sampai 21 September, pemeriksaan sampel makanan masih berlangsung.
Dinas Kesehatan Kota Blitar mengirim sejumlah sampel makanan ke laboratorium BPLK Surabaya untuk mengetahui kemungkinan kontaminasi. Sampel yang diperiksa antara lain nasi, rolade, telur, tahu, sayuran tumis, dan melon. Dinkes juga belum menyimpulkan bahwa makanan MBG menjadi penyebab munculnya keluhan para siswa.
SPPG Cik Ditiro yang terkait dengan kejadian tersebut juga telah dihentikan sementara sejak 17 September.
Korwil BGN Kota Blitar Titik Nur Azizah menyebut operasional baru dapat dibuka kembali setelah ada rekomendasi Dinas Kesehatan yang dilengkapi hasil uji laboratorium.